Sunday, 31 May 2015

Ujian Selesaiii















Ahad, 31 Mei 2015 -

Dimana-mana dan siapapun orangnya, kalo sehabis melewati suatu ujian pasti merasa lega.
Nah, tak terkecuali aku. Lega banget rasanya setelah tadi siang menghabiskan madah ujian terakhir termin dua ini.

Ujian lisan dimulai dari tanggal 11 kemarin, terus ada jeda 6 hari untuk bersiap menjalani ujian tulis.
Kemudian lanjut ke ujian tulis yang menghabiskan waktu sekitar 2 minggu (tanggal 17-31). Alhamdulillah semuanya sudah dilalui.

Jauh sebelum ujian-ujian dimulai pun, otak sudah tegang mikirinnya. Dimulai dari sibuk membaca sambil memahami kitab-kitab muqorror ujian, kemudian mentalkhisnya dan kemudian dihafal.

Sedikit ingin ngebandingin antara fakultas Syari'ah dengan Ushuluddin, kitab-kitabnya fakultas Syari'ah itu lebih tebal dibanding Ushuluddin, tapi juga fakultas Ushuluddin punya madah yang lebih banyak dibanding dengan Syari'ah. Hm.. ya kurang lebih ada enak-nggak enaknya masing-masing lah. Heh.

Nah, karna perbedaan itulah, nggak enaknya bagi Syari'ah, ada begitu banyak pembahasan yang harus difahami dalam satu kitab yang buat otak njlimet-njlimet --nggak tau ini bahasa dari mana.
Tapi enaknya, ya karna madah kami lebih sedikit jadinya ujian kami pun selesai lebih awal. Hehe. Ada perbedaan seminggu antara kami dengan mereka dalam masa-masa imtihan.

Nah, di ujian termin dua ini juga ada nizhom atau peraturan baru yang sudah ditetapkan untuk mahasiswa Azhar terutama anak-anak Syari'ah.

Biasanya, dari tahun-tahun sebelumnya, jadwal ujian untuk mahasiswa Syari'ah itu antara satu madah dengan madah yang lain berjarak 2-3 hari --karna kitab-kitabnya yang tebal itu. Tapi untuk sekarang semua fakultas diberlakukan hal yang sama. Jadi jarak dalam jadwal mata ujian hanya sehari-sehari. Waw.
Satu lagi, waktu mengerjakan ujiannya pun dikurangi dari 3 jam ke 2 jam saja.

Dan khusus untuk yang tingkat 1, yang termin 1 kemarin ujiannya dimulai pukul setengah dua siang, di termin dua ini mulainya pukul 3 sore.

Bagiku sendiri sih ini pilihan yang menguntungkan. Karna sekarang ini Mesir lagi musim panas, bro.
Nggak bisa dibayangin berangkat ke kampus pukul 12 siang --jarak dari rumahku ke Azhar kurang-lebih 1 jam.

Nah, bicara soal musim panas, walau aku berangkat ujiannya sekitar pukul setengah dua siang yang bukan di pukul 12 tepat, terik matahari tetap saja menyengat tajam. Dan yang sedikit disayangkan dari musim panas ini yaitu angin yang menerpa pun juga ikut-ikutan panas.
Dan penderitaan belum selesai jika ditambahkan dengan harus menaiki bis ke kampus yang biasanya selalu ramai, selama satu jam.
Ditambah lagi kalo nggak dapet tempat duduk. Fiuhh~
Ya begitulah ujian disini. Double ujiannya.

Perbandingan lagi antara fakultas Ushuluddin dengan Syari'ah, untuk ujian mereka mulainya pagi hari sedangkan Syari'ah siang harinya.
Ini juga masing-masing ada enak-nggak enaknya.
Bagi Ushuluddin yang ujiannya pagi, ini menguntungkan mereka ketika musim panas.
Dan bagi Syari'ah yang ujiannya siang, ini menguntungkan mereka ketika musim dingin.
Hm.. adil lah.

Selama menjalani hari-hari ujian termin dua ini, bagiku hari-hari selalu panas. Dan terkadang aku juga mengalami seluruh penderitaan yang sudah aku tuliskan diatas tadi.
Tapi cuaca sedikit berbeda di dua ujian terakhirku. Cuacanya sedang saja bahkan bisa dibilang sejuk.
Alhamdulillah.
Padahal sebelumnya aku sempat cemas ketika sehari sebelum ujianku yang nomor 2 terakhir ini cuaca Kairo sedang buruk-buruknya. Panas hari itu awalnya diperkirakan sampai 45 derajat celcius! tapi sedikit meleset yaitu 43/44 derajat celcius. Kairo benar-benar panas.

Berdasarkan itu, aku berfikir bahwa besoknya saat aku ujian nanti cuaca Kairo bakal lebih buruk lagi.
Tapi alhamdulillah jauh dari perkiraan. Kairo cuacanya cerah dan sejuk.

Hm.. ya beginilah cerita suka-duka ujianku kali ini.

Lalu, bagaimana hasil ujiannya?
Nah, mohon doanya saja ya teman-teman sekalian semoga aku dan kawan seperjuangan yang lain mendapatkan hasil yang memuaskan.
Karna menurut cerita kakak-kakak senior, banyak mahasiswa yang sudah merasa yakin dengan jawabannya ternyata malah rasib atau gagal di mata ujian itu. Dan ada juga yang sebaliknya merasa akan gagal ternyata najah atau lulus dan naik ke tingkat selanjutnya.

Oleh karna itu nasihat mereka, jangan sombong-sombong dulu setelah melewati ujian. Tetap tawakkal dan terus berdoa semoga diberi nilai yang terbaik.

Jadi, doakan kami ya teman-teman. :)

______________ _ _
madah: pelajaran
muqorror: diktat kuliah
talkhis: ringkasan

Monday, 11 May 2015

Curhat Ujian Lisan Pertama Di Al-Azhar

Komplek Universitas Al-Azhar beserta masjid
Senin, 11 Mei 2015 -

Huahh, nggak terasa kami sudah ujian lagi. Rasanya baru minggu kemarin selesai ujian tengah tahunnya.
Tapi 'ala kulli hal, alhamdulillah aku masih diberi kesempatan berada di Bumi Kinanah ini dan bisa mengikuti ujian.

Hari ini aku ada jadwal ujian lisan. Tapi tidak semua mahasiswa Azhar yang mengikuti ujian hari ini. Kami memiliki jadwal ujian masing-masing sesuai fakultas dan tingkat kelasnya.

Aku sekarang duduk di tingkat 1 fakultas Syari'ah Islamiyah.
Yup, hari ini salah satu yang ujian yaitu mahasiswa Syari'ah tingkat 1.

Aku termasuk yang datang lebih awal di kampus. Jam 10an. Karna beberapa hari kemarin aku dapet info di grup FB yang bilang kalo ujian lisannya dimajukan sebelum zhuhur. Tapi ternyata ujiannya dimulai setelah zhuhur. Sedikit kesel sebenernya. Kenapa juga aku langsung percaya. Karna memang di jadwal resmi yang ditempel, ujian akan dilaksanakan jam 12 setelah zhuhur.

Lumayan lama aku menunggu di depan gedung fakultas --bahkan sampai menguap beberapa kali. Semalam aku kurang tidur untuk nyiapin ujian hari ini.
Ya agar tidak hanya sekedar menunggu aku pun memilih untuk muraja'ah Qur'an saja. Al-Qur'an salah satu madah yang akan diujikan hari ini. Untuk tingkat 1 seperti aku yaitu hafalan Al-Qur'an juz 1.

Nah, untuk batas pengujian Al-Qur'an, ada sedikit perbedaan yang diterapkan oleh pihak Azhar yaitu, untuk mahasiswa seperti aku yang bukan mahasiswa pribumi Mesir --mahasiswa-mahasiswa non-Arab-- kami diharuskan menghafal hanya 1 juz disetiap tingkatnya dimulai dari awal Al-Qur'an dan seterusnya. Jadi, tingkat 1 menghafal  juz 1, tingkat 2 menghafal  juz 2 dan begitu seterusnya sampai tingkat akhir.

Berbeda dengan mahasiswa asli dari Mesir, mereka lebih banyak dari kami. Mereka diharuskan menghafal 7 setengah juz untuk setiap tingkatnya. Jadi 4 tahun di S1 Azhar ketika lulus, mereka selain mendapat gelar Lc., mereka juga mendapat gelar Al-Hafidz. Tapi, walau diharuskan hafal 30 juz agar lulus dari Azhar, mahasiswa Mesir ini tetap saja banyak. Salut untuk mereka yang sanggup untuk itu.

Nah, beda lagi dengan mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari negara-negara Arab yang non-Mesir seperti Saudi, Yaman, Libia, dll., mereka diharuskan menghafal Al-Qur'an 3,5 juz untuk setiap tingkatnya.

Ya perbedaan ini dibuat karena memang pihak Azhar melihat kemampuan masing-masing mahasiswa itu juga.
Pintu masuk gedung fakultas Syari'ah
Azan zhuhur berkumandang. Pintu gedung tempat ujian kami sudah dibuka. Sebelum masuk aku memastikan dulu dimana ruang ujianku. Sip. Ruang ujianku berada di lantai 3 ruang 9. Aku pun mengambil wudhu' dulu dan sholat di musholla yang ada di lantai 2. Selesai sholat aku segera naik ke lokasi ujian.

Beberapa ruangan lain sudah mulai ujian. Ruanganku? sedikit ada masalah yang akhirnya kami harus mondar-mandir dulu dan menunggu.

Itu tidak terlalu lama, beberapa teman kelasku kemudian sudah banyak yang masuk dan akhirnya selesai diuji.
Sistem ujian lisan disini simpel sekali, yaitu siapa yang sudah siap silakan masuk untuk menghadap duktur penguji. Masuknya berdua dengan mahasiswa lain. Tapi tidak selalu juga sih. Ada juga yang bertiga. Lebih tepatnya terserah yang menguji.

Aku memilih tidak langsung masuk tapi membaca ulang lagi madah-madah yang akan diujikan.
Adapun madah yang akan diuji untuk kami yaitu selain Al-Qur'an juga ada madah Fiqih, Ushul Fiqih dan Fiqih Muqoron atau Fiqih perbandingan.

Tanpa sadar, orang-orang mulai sedikit. Kami yang di akhir-akhir inipun sudah dipanggil-panggil oleh penguji. Bismillah, aku pun masuk ke ruang ujian.

Di ruang ujian kami itu ada 3 duktur penguji. Aku kebagian yang dibarisan belakang. Berdua dengan temanku.

Madah pertama yang diuji ke kami yaitu Al-Qur'an. Temanku yang diminta pertama untuk menyambung ayat yang dibaca duktur kemudian aku disuruh melanjutkan darinya dan kemudian dibalik, aku yang duluan dan dia yang disuruh menyambung selesainya aku. Kemudian baru di suruh menyambung satu-satu.
Setelah itu, masuk ke pertanyaan tentang ta'rif-ta'rif madah Fiqih dan Ushul Fiqih dan juga pertanyaan dari Fiqih Muqoron.

Dan ujian pun selesai alhamdulillah. Lega banget rasanya. Jujur saja, aku ini termasuk orang yang sangat gugup untuk hari-hari pertama ujian. Ini sudah kebiasaan dari pondok dulu. Jadi setiap selesai ujian itu terasa sangat beda sekali. Sangat-sangat lega. Apalagi kalo lancar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

Hm.. adapun untuk cerita bagaimana jawaban-jawabanku di ujian lisan tadi, doakan saja ya semoga aku mendapatkan nilai yang terbaik. Aamiiin yaa Rabb... :D

Oke, itu saja yang ingin aku ceritakan disini. Sampai bertemu dengan cerita-ceritaku selanjutnya ya.

 
biz.