Thursday, 9 April 2015

Tanta dan Tafahna

Selasa, 17 Maret 2015 -

Yoo~ akhirnya balik nulis lagi di blog ini setelah beberapa minggu nggak pernah nyentuh-nyentuh sama sekali. Eh, nggak juga ding, pernah sih nulis tapi cuma sebatas nulis judulnya doang abis tuh ditinggalin. Heh.

Hm.. sesuai judul pos ini, aku pengen nyeritain tentang pengalamanku yang untuk pertama-kalinya pergi ke desa/dusun - kalo mahasiswa disini sih lebih sering nyebutnya 'daerah' - di Mesir.

Setelah setahun lebih tinggal di ibukota Kairo yang padat dengan kebisingan kendaraan, hingar-bingar keramaian, dan lain-lain, alhamdulillah aku akhirnya bisa juga berkunjung ke desanya Mesir.

Sebagaimana maklumnya, kota dengan desa itu emang beda. Kalo di Kairo kita biasa dengan jalan-jalan gede, ngeliat bangunan-bangunan mewah, di desa ini kita jarang nemuin yang kayak gitu.

Nah, yang kali ini, aku berkesempatan untuk berkunjung ke 2 daerah yang namanya Tanta dan Tafahna. Jalan-jalan ini bukan tujuan pribadi sebenernya. Ini merupakan salah satu program pengurus Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMASS) di Mesir dan aku yang juga masuk struktur pengurus harus ikutan. Jadi jalan-jalan ini bersifat resmi dengan membawa nama sebagai pengurus KEMASS.

Tujuan pertama kami ke Tanta terlebih dahulu. Mulai start dari Rumah Limas Mesir di Kairo, kami pun menaiki bis ke stasiun Ramsis. Dari Ramsis kami membeli tiket ke daerah Tanta. kurang lebih dua jam di perjalanan, kami pun sampai juga di stasiun sana.

Kesan pertama ketika keluar dari stasiun, aku ngerasa bahwa suasananya nggak jauh beda dengan daerah di Kairo. Sedikit kecewa sih pada awalnya, karena di bayanganku itu kami akan langsung disambut dengan suasana desa yang biasanya serba kehijauan sawah dan pepohonan.

Dari stasiun Tanta kami naik bis menuju Universitas Al-Azhar Tanta. Jadi, temen-temen, Al-Azhar itu nggak cuma ada di Kairo, tapi juga ada di berbagai daerah lainnya. Tapi ya tetep aja Al-Azhar Kairo lebih masyhur dan -katanya- ijazahnya agak beda.

Sampai di depan gerbang Al-Azhar, kami pun disambut hangat oleh ketua Dewan Pengurus Daerah - Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (DPD-PPMI) Tanta. Kami mau diajak untuk melihat-lihat ke dalam Al-Azhar mereka. Tapi sayang yang diperbolehkan masuk cuma yang cowok aja dan harus bawa kartu mahasiswa. Kami pun sepakat untuk nggak jadi masuk karna hanya sebagian kecil yang memenuhi syarat.

Jadilah kami langsung saja menuju ke rumah/kantor DPD-PPMI Tanta yang lokasinya nggak jauh dari Al-Azhar.

Di rumah itu kami istirahat sejenak, ya selonjorin kaki, ngelepasin tas, shalat zhuhur dan lain-lain. Kemudian satu-persatu temen-temen DPD pun dateng dan nyalamin kami. Dan juga, biar nggak cuma-cuma kedatengan kami disana, kami pun mulai acara semi-resmi untuk perkenalan satu sama lain karena kami yang pengurus KEMASS tahun ini rata-rata baru dateng satu tahun kemarin.

Setelah kenalan, kami juga dapat mendengar pencerahan dari Ust. Fathin Masyhud, Lc., MHI. yang merupakan pengarang buku "Rahasia Sukses 3 Hafidz Qur'an Cilik mengguncang Dunia". Ya memang sudah masyhur di Mesir bahwa daerah Tanta adalah salah-satu daerah yang banyak menghasilkan para Huffadz cilik.

Sesudah semua itu, kami pun melanjutkan ngobrol-ngobrol santai sambil makan. Yummy.


Kami di sana hanya beberapa jam aja karena sorenya nanti kami akan ngelanjutin jalan ke daerah Tafahna. Sebelum pamit pulang kami pun foto bareng terlebih dahulu.



Keluar dari rumah, kami berkunjung terlebih dahulu ke salah satu masjid besar di Tanta untuk shalat ashar dan ziarah, di dalamnya ada makam Syeikh Imam Baidhawi.

Di depan makam Syeikh Imam Baidhawi
Di depan masjid
Terus kami lanjut, masuk ke maktabah -nggak jauh dari sana- yang katanya menjual kitab-kitab bagus yang nggak ada di Kairo. Aku nggak ikutan beli -nggak tau sih kalo bakal mampir ke maktabah ini jadi nggak bawa duit. *nangis di pojokan*

Oke, setelah mampir di kedua tempat tersebut, kami pun ngelanjutin perjalanan ke daerah Tafahna. Huft, ngambil napas dulu.

Dari Tanta, kurang lebih satu jam kami sampe di Tafahna. Nah, di Tafahna inilah nanti kami bakal banyak ngabisin waktu untuk rihlah kali ini.

Ngeksis bentar di stasiun
Turun dari kereta, kami disambut oleh pengurus DPD-PPMI Tafahna yang juga merupakan senior KEMASS. Kami diantar ke rumah/kantor mereka. Walau hari udah malem, kami tetep disambut dengan hangat disana. Orangnya ramah-ramah. Kami pun mulai ngenalin diri masing-masing kemudian ngobrol-ngobrol santai dan akhirnya makan bareng lagi. Asik dah.

Sesudah itu, ada yang lanjut ngobrol-ngobrol, ada juga yang pengen istirahat di kamar yang udah disiapin temen-temen DPD. Aku milih keluar buat ngelihat suasana malam di Tafahna bareng temen-temen yang juga belum mau langsung istirahat. Sayang kalau dilewatin soalnya besok malem kami udah nggak nginep disini lagi.

Jalanannya sepi, dingin.

Kami jalan ke gerbang depan desa yang disana masih ada orang-orang desa lagi asik main futsal, ada juga yang rame nonton tanding bola champions di TV samping lapangan itu. Hah, aku sebentar aja disana. Udara makin dingin. Aku pun balik ke rumah. Temen-temen lain ada yang ikut balik ada juga yang tetep tinggal buat main billiard.

Sampai di rumah aku nggak langsung tiduran di kamar. Pertandingan championa malam ini nggak boleh dilewatin. Ada Arsenal melawan AS Monaco dan  Atletico Madrid versus Bayern Leverkusen. Selesai nonton pertandingan yang akhirnya dimenangi AS Monaco dan Atletico Madrid itu aku pun ke kamar. Capek. Sebelum tidur nggak lupa sholat isya dulu sekaligus jama' ta'khir maghrib.

Dan tak lama kemudian.. zZzZ... *Aku udah masuk ke dunia mimpi*

Besoknya, kami ada agenda lain yang nggak kalah seru. Tapi lanjut bacanya di pos setelah ini aja ya. Soalnya disini udah kepanjangan ceritanya. Hehe.

Jangan kemana-mana, lanjutin bacanya disini.

Ahmad Rofiq

Author

Seorang mahasiswa biasa di Universitas al-Azhar Kairo

0 komentar:

 
biz.