Thursday, 31 July 2014

Kultwit Ust. Salim A.Fillah #Benahidiri (2)

.................................................

16. Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, 'amal kita juga takkan diambil oleh orang lain.

17. Jangan Lari dari Masalah! Tugas kita meng-HADAP-i, lalu biarlah Allah yang meng-ATAS-i.

18. Jangan Kikir! Harta sampai ke surga sebab dititipkan pada nan membutuhkan. Tak pernah ada yang miskin tersebab sedekahnya.

19. Jangan Serakah! Zuhudlah akan apa yang dimiliki manusia, merekak kan cintai kita. Zuhudlah pada dunia, pasti dirindu surga.

20. Jangan Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan! Amalan sederhana yang dilestarikan memikat cintaNya, jadi titian lancar ke surga.

21. Jangan Abai Sekecil Apapun Dosa! Tidaklah kecil jika terus dilakukan. Tiada nan kecil kalau mengkhianati Dzat Maha Besar.

22. Jangan Menganggur! Tak mengerjakan apapun, baik tuk dunia maupun akhirat ialah pemandangan menyedihkan bagi langit dan bumi.

23. Jangan Zhalim! Setiap kezhaliman membunuh rasa tenteram di hati pelakunya, membuat manusia benci, dan menjauhkan dari surga.

24. Jangan Bosan Berdoa! Allah Maha Tahu, maka berdoa bukan cara memberi tahuNya apa nan kita butuhkan. Doa itu bercakap mesra

25. Jangan Khianati Nurani! Tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi tersunyi, tapi dibersamai senyum ilahi.

26. Jangan Takut Gagal! Jalan kegagalan dan keberhasilan itu sama. Hanya terkadang, alamat kesuksesan agak lebih ujung.

27. Jangan Sembarang Makan! Setiap yang haram dan tak suci merusak tubuh, menumbuhkan umpan neraka, menghalangi sampainya doa.

28. Jangan Bangga dan Lena Atas Pujian! Hanya sedikit pelajaran darinya. Mengharapkannya adalah tanda kurangnya kebaikan kita.

29. Jangan Takut dan Lemah oleh Celaan! Banyak pelajaran darinya. Mengkhawatirkannya ialah tanda terlalu banyak keburukan di jiwa.

30. Jangan terlibat dalam hal nan tak bermanfaat bagi diri dan sesama, atau tak bermakna bagi jiwa. Itu tanda kebaikan Islam kita.

sumber: @salimafillah



Kultwit Ust. Salim A.Fillah #Benahidiri
















1. Jangan Marah! Sebab kemarahan mempertunjukkan semua kejelekan lahir & batin yang bisa disembunyikan dengan keramahan.

2. Jangan Dengki! Sebab hasad itu menyengsarakan kita saat orang lain bahagia, dan mengajak ke neraka saat orang lain berduka.

3. Jangan Bergunjing! Sebab gunjingan memakan pahala seperti api hanguskan kayu, menghimpun dosa seperti magnet menarik besi.

4. Jangan Merendahkan! Sebab hinaan menjatuhkan yang mencela, menaikkan derajat yang dijelekkan, dan melalaikan dari perbaikan.

5. Jangan Menunda! ‘Amal yang tak dikerjakan hari ini takkan tertampung oleh esok hari nan memiliki hak ibadahnya sendiri.

6. Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada nan tak berdaya- ialah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta.

7. Jangan Menghakimi! Sebab itu merumitkan urusan saat kita jadi terdakwa di akhirat! Sebab tugas kita menjadi penyeru & saksi!

8. Jangan Mengungkit! Sebab bahkan selaksa pemberian menggunung yang diungkit, kalah nilai dari wajah cerah dan senyum manis.

9. Jangan Berdusta! Sebab dusta adalah candu menyakitkan, dan parahmya, ia membuka semua pintu keburukan yang lebih besar!

10. Jangan takjubi ‘amal diri! Bahkan dosa yang membawakan taubat jauh lebih baik daripada ibadah yang melahirkan kesombongan!

11. Jangan Berdebat! Semua perbantahan YANG TAK LAHIRKAN AMAL melemahkan daya, menghabiskan waktu, batalkan jatah rumah surga.

12. Jangan Keras Hati & Kasar Sikap! Bahkan ahli kebenaran yang tak santun menghancurkan rasa hormat insan pada kebenaran itu.

13. Jangan Mempersulit! Agama adalah kemudahan untuk menjamin selamatnya insan sampai tujuan. Siapa mempersulit, pasti kalah.

14. Jangan Mendendam! Sebab itu bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri, lalu berharap orang lain yang mati. Maafkanlah

15. Jangan Putus Asa! Sebab ia kunci mati bagi segala kemungkinan baik nan berjuta. Allah itu memberi segaris sangka hambaNya.

sumber: @salimafillah

Pesantren Fotografi Basic


Setelah melalui kelas dasar fotografi yang dibimbing oleh senior-senior Indonesian Photographic Society in Cairo (IPSC), dan setelah melewati banyak pembelajaran dan berbagai tahapan-tahapan. Ingin juga rasanya untuk mengabadikannya sekaligus berbagi dengan teman-teman blog ini sebagai tanda syukur berhasil melewatinya.

-------------------------------
"Pesantren Fotografi Dasar Ramadan 2014"

Mentor : Amran Hamdani – Nasron Azizan – Ahwazy Anhar – Asrizal Mustofa

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puja & puji hanya untuk Allah SWT, yang telah memberikan kami kesempatan untuk mengikuti Pesantren Fotografi Ramadan IPSC, sehingga kami bisa mengabadikan keindahan ciptaan-Nya dalam bentuk karya seni fotografi.

Dalam melalui proses Kelas Dasar ini, ada beberapa tahapan yang saya lalui, di antaranya:

1. Seeing (melihat dan me-visualisasi photo)
2. Making (mengeksekusi foto)
3. Post Processing & Printing
4. Presenting

Untuk menyelesaikan Kelas Dasar Fotografi ini, kami disyaratkan untuk memosting 20 foto (langkah ke-4) untuk menguji kemampuan skill dan materi dasar fotografi bersama kelas Pesantren Fotografi Ramadan 2014 yang diadakan dengan beasiswa penuh dari IPSC.

Semua karya fotografi yang kami posting merupakan karya kami sendiri dan masih berada dalam tahap pembelajaran. Oleh sebab itu, kami mohon kepada kawan-kawan untuk memberikan kritik dan sarannya terhadap foto-foto yang kami upload.

Atas segala apresiasi, kritik dan saran yang membangun dalam proses belajar ini, kami ucapkan terima kasih.

Santri Fotografi Dasar,

--- Ahmad Rofiq Al Faruq ---



1. Takjub dengan Ukirannya
2. Sahabat Karib
3. Rantai Kehidupan
4. Penjual juga mencicipi
5. Pemimpin Ceroboh
6. Megah dan Kokoh, walau dimakan waktu
7. Berhenti sejenak
8. Dua Jalan, kiri atau kanan?
9. Lorong Sepia
10. Hanyut dalam kalam-Mu
11. Aku yang Merah Merona
12. Mendongak Kagum dengan Kemegahannya
13. Bersucilah dan Jalani perintah-Nya
14. Sunyi Senja
15. Terus Bekerja
16. Tegak Kokoh dibalik Frame
17. Santai sembari menunggu pembeli
18. Manfaatkan ketika sepi pengunjung
19. Si Kuning Cerah
20. Berbagi, walau hanya sekedar senyuman

sumber: Album FB

Buku #UdahPutusinAja - Ust. Felix Y. Siauw
















Buku "Udah Putusin Aja" karya Ustadz Felix Y. Siauw Part 1.

1. pacaran itu menjalin silaturahim | "silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran" #UdahPutusinAja

2. pacaran itu bikin semangat belajar | "semangat belajar maksiat?" #UdahPutusinAja

3. pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | "ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?" #UdahPutusinAja

4. pacaran itu sekedar penjajakan kok | "serius nih penjajakan? ketemu ibu-bapaknya berani?" #UdahPutusinAja

5. kasian kalo diputusin | "justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?" #UdahPutusinAja

6. kasian dia diputusin, aku sayang dia | "putusin itu tanda sayang, kamu minta dia untuk taat sama Tuhannya, betul?" #UdahPutusinAja

7. putus itu memutuskan silaturahim | "silaturahim itu kekerabatan, sejak kapan dia kerabatmu?" #UdahPutusinAja

8. nggak tega putusin.. | "berarti kamu tega dia ke neraka karena maksiat? apa itu namanya sayang?" #UdahPutusinAja

9. aku nggak zina kok, nggak pegang2an, nggak telpon2an, kan nggak papa? | "nah bagus itu, berarti gak papa juga kalo putus" #UdahPutusinAja

10. aku pacaran untuk berdakwah padanya kok | "ngarang lagi, dakwahmu belum tentu sampai, maksiatmu pasti" #UdahPutusinAja

11. nanti putusin dia gw gak ada yg nikahin gimana? | "pacaran tak jaminan, realitasnya banyak yg nggak nikah sama pacarnya" #UdahPutusinAja

12. berat mutusin | "semakin berat engkau tinggalkan maksiat untuk taat, Allah akan beratkan pahalamu " #UdahPutusinAja

13. nanti aku dibilang nggak laku gimana? | "bukan dia yang punya surga dan neraka, abaikan saja" #UdahPutusinAja

14. kalo aku putusin dia, dia ancam bunuh diri | "belum apa2 pake anceman psikologis, dah nikah dia bakal ancem bunuh kamu!" #UdahPutusinAja

15. dia masi ada utang ke aku, berat mutusinnya | "hehe.. kamu ini rentenir ya? kl terusan hutangnya malah nambah" #UdahPutusinAja

16. pacaran itu makan waktu, makan duit, makan hati | mending waktu, duit dan hati diinvestasikan ke Islam, #UdahPutusinAja

17. pacaran memang tak selalu berakhir zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran, #UdahPutusinAja

18. pacaran itu disuruh mengingat manusia, bukan mengingat Allah | melisankan manusia bukan Allah, #UdahPutusinAja

19. pacaran itu bikin ribet, dikit2 bales sms, dikit2 telpon, dikit-dikit minta dikirim pulsa (wah, sms mamah baru nih) #UdahPutusinAja

20. pacaran itu dikit-dikit galau, dikit-dikit galau, galau kok dikit-dikit? hehe.. #UdahPutusinAja

21. lelaki, coba pikir, senangkah bila engkau menikah lalu ketahui bahwa istrimu mantan ke-7 laki-laki berbeda? #UdahPutusinAja

22. wanita, coba pikir, inginkah berkata pada suamimu pasca akad kelak "aku menjaga diriku utuh untukmu, untuk hari ini " #UdahPutusinAja

sumber: @felixsiauw

Wednesday, 30 July 2014

Rasa Syukurku

   


   Cairo - 24 Desember 2013 merupakan tanggal yang sangat bersejarah di hidupku. Sebagai seorang pelajar tamatan pesantren, sekolah di Mesir merupakan impian yang sudah aku cita-citakan sejak dulu. Dan tanggal itu ialah tanggal dimana aku menginjakkan kaki di ibukota Cairo untuk pertama kalinya.



   Banyak hal yang harus kulalui dan kualami sebelum aku tiba di tanggal itu. Berawal di bulan juni, aku bersama teman-teman satu almamater berjumlah 23 orang berangkat ke Bojonegoro, Jawa timur, guna mempersiapkan diri, belajar secara intensif sebelum menghadapi 2 tahap ujian yang akan diadakan oleh KEMENAG. Hanya 2 minggu disana dan kami pun pulang kembali ke pondok.


   Setelah haflah dan wisuda atas kelulusan kami pada tanggal 20 juni 2013, kami pun bersiap menghadapi ujian pada tanggal 29 juni 2013 dengan menunda pulang ke rumah, karna memang kami akan mengikuti ujian pertama yang diadakan di IAIN Raden fatah Palembang, tidak terlalu jauh dari lokasi pondok. Namun beberapa hari sebelum tanggal tes, KEMENAG mengumumkan bahwa ujian di undur hingga pertengahan juli. Kami pun menunggu. Sebagian teman-teman sudah ada yang pulang, termasuk aku. Tapi berita yang sangat tidak pernah diduga pun datang pada tanggal 11 juli 2013. Ujian dibatalkan! kami kalang kabut setelah mengetahuinya. Kami tidak pernah mengira sejauh ini hingga hanya sebagian kecil dari teman-teman yang sebelum menghadapi tes ke Mesir, juga mengikuti tes ke perguruan tinggi lainnya. Aku termasuk dari yang ikut tes ke perguruan tinggi lainnya itu, yaitu tes ke Madinah. Tapi terlihat sama saja, karna pengumuman kelulusan tes ke Madinah baru akan diumumkan pada tahun depannya.

   Masih di naungi kebingungan, aku pun berniat mengikuti tes ke perguruan tinggi lain yang masih membuka pendaftaran mahasiswa baru agar tidak menganggur di rumah. Namun setelah dilihat-lihat, belum satupun perguruan tinggi yang mengena di hati. Orang tua pun menganjurkan agar aku mengabdi saja di pondok. Dari beberapa nama-nama pondok yang coba aku pilih salah satunya, aku pun memilih untuk mengabdi di cabang pondok tahfidz Daarul Qur'an milik ust. Yusuf mansur yang berada di Lampung selatan. Bersama satu teman, aku pun berangkat ke sana beberapa hari setelah hari raya idul fitri 2013.



   Beberapa bulan sudah aku tinggal disana, namun keinginan untuk belajar di luar negeri belum pudar dan masih menggebu-gebu. Dan tiba-tiba salah satu teman mengajakku untuk belajar di Yaman. Setelah berfikir sejenak dan meminta pendapat ke orang tua, aku pun menyetujuinya, karna memang selain faktor banyaknya testimoni yang mengatakan belajar disana bagus, disana juga banyak teman-teman dari satu almamater.


   Sejak hari itu, aku pun mempersiapkan berkas-berkas seperti terjemah ijazah, paspor dan lain-lain. Tapi di tengah-tengah kesibukan, aku pun mendapat kabar bahwa sedang ada usaha dari organisasi mahasiswa yang berada di Mesir agar kami jadi berangkat tahun itu juga. Aku sangat berharap agar usaha itu berhasil walau dalam hatiku itu terdengar agak mustahil karna Mesir masih berada dalam konflik besar di negrinya.

   Berhari-hari menunggu kepastian yang belum juga datang, aku masih mempersiapkan diri untuk ke Yaman. Takut-takut kalau berita itu hanya berita bohong dan aku tidak mau dikecewakan untuk kedua kalinya. Hingga akhirnya kabar baik itu pun datang juga secara jelas. Aku berkali-kali mengucapkan alhamdulillah. Niat berangkat ke Yaman pun aku batalkan dan segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke Mesir, karna sesuai berita yang di kabarkan bahwa tes akan diadakan di Mesir langsung.

   Setelah semua persyaratan lengkap, pada tanggal 8 desember 2013, aku bersama satu temanku pun meminta izin ke pimpinan pondok dan sekaligus pamit ke seluruh santri. Kami berdua berangkat ke pondok di Palembang agar bisa berangkat bareng dengan teman-teman yang lainnya ke Jakarta, sekaligus juga akan diadakan pelepasan oleh Kyai di pondok.

   Namun, lagi-lagi ada saja masalah yang menghalangi. Ternyata visa kami belum juga turun padahal waktu tesnya tidak lama lagi. Setelah seminggu kami belum dapat kepastian, kami pun mendapat kabar bahwa visa sudah turun dan disuruh agar segera berangkat. Keesokannya, kami berangkat ke Jakarta dengan teman-teman almamater berjumlah 12 orang, yang dulu pada awalnya berjumlah 23 orang.

   Kali ini masalah tidak datang lagi dan semua berjalan mulus hingga kami tiba di kota Cairo pada tanggal 24 desember 2013 dan disambut dengan senior-senior yang telah lebih dulu berada di sana. Alhamdulillah yaa Rabb.



   Kini, 31 juli 2014. Beberapa bulan sudah aku berada di bumi kinanah. Banyak hal yang telah kupelajari. Dan aku selalu bersyukur atas nikmat Allah yang telah mengizinkanku untuk berada disini.


   Tulisan ini pun juga untuk menunjukkan rasa syukurku atas segalanya.

   Do'akanku semoga aku tetap istiqomah bersyukur atas nikmat ini dengan memanfaatkan waktuku sebaik mungkin.






Kamis, 31 Juli 2014

 
biz.